Connect with us

Berita Patroli

Berita Nasional

Penelusuran Polemik Warga Mengumbar Kemesraan di Alun-Alun Kota Probolinggo Ternyata Hanya Komunitas Keluarga.

Probolinggo, Berita Patroli

Adanya pemberitaan yang menyorot aktifitas warga di alun-alun kota Probolinggo menimbulkan polemik beragam dari masyarakat dan netizen (sosial media) khususnya. Pasalnya akurasi bobot pemberitaan tersebut dinilai masih belum mengarah pada investigasi yang mendalam. Bisa jadi, naiknya tajuk pemberitaan tersebut berdasar temuan visual dilapangan semata, tanpa penelusuran lebih jauh dan mendalam seperti yang terjadi Minggu (17/4).  Pukul 19.30 Wib. Informasi ini bermula berkembang dari hasil jepretan foto salah satu pengunjung alun-alun kota Probolinggo yang mengunggah foto sepasang laki-laki dan perempuan sedang berbaring dilahan rumput diantara pengunjung lainya setelah kegiatan sholat terawih.

Yang pasti tampilan gambar tersebut memancing pembaca untuk menyimak tajuk berita yang disajikan. Hal berbalik seratus delapan puluh derajat saat tim Berita patrol menggali informasi terkait polemik tersebut dengan mengkonfirmasi pada penanggung jawab sisi dalam alun-alun kota Probolinggo.

Menurut Agus Sugianto, Ketua paguyuban bagian dalam Alun-alun kota Probolinggo mengatakan bahwa obyek yang menjadi bahan pemberitaan di media online tersebut yang menyebutkan jika kawasan alun-alun dijadikan sarana mengumbar kemesraan, bisa dipastikan tidak benar. “Investigasi terhadap bahan yang akan dijadikan pemberitaan kami anggap masih kurang valid, mengingat obyek yang disajikan dalam muatan berita tersebut hanya menampilkan dan mereka-reka pandangan kasat mata tanpa menelusuri lebih jauh.” Ujar agus.

Ditambahkan oleh pria yang memulai menangani paguyuban di alun-alun kota ini sejak 4 bulan lalu ini menjelaskan bahwa obyek yang dimaksud dalam pemberitaan tersebut yaitu adanya aktifitas keluarga yang sekedar menikmati suasana malam di alun-alun kota. “Ada sekelompok keluarga yang terdiri dari ibu, bapak, anak dan kerabatnya sedang bersantai duduk dialas rumput usai ibadah sholat tarawih dilokasi ini. Jadi yang dimaksud orang pacaran didalam berita tersebut, sebenarnya bukan orang pacaran, tapi salah satu bagian dari keluarga yang kebetulan menikmati suasana bersantai dilokasi tersebut.” Imbuhnya.

Bahkan pria ini mengaku dalam menjalankan kegiatan pengawasan di alun-alun kota khususnya di sisi dalam, seringkali menyampikan edukasi pada pengunjung termasuk mengingatkan untuk selalu menjaga kebersihan terkait dengan sampah yang berasal dari para pengunjung. Disebutkan oleh Agus bahwa investigasi oleh pewarta terkait pihak yang berkopeten dalam memberikan komentar, ternyata salah. Pasalnya orang yang diwawancarai bukan petugas yang intens bertugas dibagian dalam alun-alun, melainkan petugas yang menjalankan aktifitas di luar alun-alun kota.

Perlu diketahui DKL yang ada di dalam alun-alun kota Probolinggo terdata di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang dipimpin Rachma Deta Antariksa selaku Kadis, terdapat 9 DKL. (Ika)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Berita Nasional

To Top