Connect with us

Berita Patroli

Berita Nasional

Polisi Selidiki Penyebab Keracunan Massal di Jombang

Jombang, Berita Patroli

Polsek Kesamben Jombang mengamankan sejumlah barang bukti terkait kasus keracunan yang menimpa puluhan warga Dusun Garu, Desa Podoroto. Setidaknya ada dua jenis yang diamankan, yakni dua butir telur sisa dan sampel muntahan korban.

Demikian ditegaskan Kapolsek Kesamben AKP Ahmad ketika dikonfirmasi terkait permasalahan tersebut. “Semalam, kami mengamankan dua butir telur sisa. Kemudian kami juga mengambil sampel muntahan korban yang diduga keracunan,” kata Ahmad, Sabtu (14/5/2022).

Ahmad menjelaskan, sampel muntahan tersebut diambil dari salah satu korban yang dirawat di Puskesmas Kesamben. Selanjutnya, seluruh barang bukti tersebut akan di-uji laboratorium. Hal itu untuk mengetahui apa penyebab keracunan yang menimpa warga Dusun Garu tersebut.

Kapolsek Kesamben menjelaskan bahwa yang hadir dalam acara yasinan di rumah Eka Puji Astutik (47), Rabu (11/5/2022) selepas magrib sebanyak 40 orang. Namun dari jumlah tersebut tidak semuanya dirawat di Puskesmas dan rumah sakit. “Ada yang dirawat di rumah,” kata Ahmad.

Sementara itu, Sumianah, salah watu warga yang ikut yasinan mengatakan, setelah acara, tuan rumah memberikan berkat. Isinya, nasi putih, mie, telur rebus bumbu kuning, serta sepotong tahu goreng. Awalnya, tidak ada keganjilan usai menyantap berkat tersebut.

Gejala aneh baru muncul pada Kamis (12/5/2022) siang. Warga yang menyantap nasi kotak tersebut mengalami mual, muntah, pusing, diare, serta demam tinggi. Mereka kemudian dilarikan ke sejumlah tempat perawatan medis. Salah satunya Puskesmas Kesamben. Pada Jumat malam, ada 15 korban keracunan yang menjalani perawatan di Puskesmas tersebut. Termasuk anak dari Sumianah.

Korban lainnya, M Riski (20) mengatakan, dia mengalami gejala muntah, pusing, diare, serta demam tinggi setelah menyantap nasi kotak yang dibawa oleh ibunya dari yasinan di rumah tetangga. Nasi berlauk telur rebus bumbu kuning dan sepotong tahu goreng itu ia makan hingga habis.

“Saya makan pada Rabu (11/5/2022) malam. Kemudian Kamis (12/5/2022) pagi badan saya nggak enak. Selanjutnya pada Kamis siang saya mengalami muntah hebat, diare, pusing, serta demam tinggi,” kata Riski ketika ditemui wartawan Berita Patroli pada Jumat (13/5/2022) malam.(Dre)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Berita Nasional

To Top