BREAKING NEWS
Terancam Gulung Tikar, Pengusaha Batu Tela Terpaksa Rumahkan Karyawan

Tak ada orderan, pengusaha baru tela di Maluku Tenggara terpaksa rumahkan karyawan
MALUKU – Berita Patroli – Semenjak memasuki tahun 2023, usaha batu tela di Maluku Tenggara mulai nampak sepi. Produksi ratusan buah hanya jadi pajangan bahkan terancam gulung tikar.
Salah satunya pengusaha batu tela, Berty Tadubun mengatakan, jika ada pesanan pun hanya sebatas kebutuhan pembangunan rumah pribadi yang mempersempit ruang gerak pengusaha lokal.
Akibatnya batu tela yang dicetak dari beberapa bulan lalu tak kunjung dibeli. Ia pun terpaksa meliburkan karyawannya.
“3 dari 4 karyawan terpaksa saya liburkan sementara, situasi ini memang berat,” ungkap Tadubun salah satu dari 7 pengusaha batu tela asal Ohoi (Desa) Sathean, Kecamatan Kei Kecil, Maluku Tenggara (Malra), kepada tim media Kamis (12/10/2023).
Tadubun menjelaskan, ia terpaksa merumahkan karyawan karena tak tahu bagaimana memberi mereka gaji.
“Kita memang kewalahan untuk menggaji karyawan apalagi situasi sepi ini sudah semenjak pertengahan Januari hingga kini,” tuturnya.
“Jika lagi lesu begini tidak dalam sebulan tidak asa pemasukan sama sekali,” terangnya.
Ironisnya kata dia, proyek pemerintah dimana-mana namun usaha kecil semakin sunyi, sementara usaha besar semakin berkembang pesat sistemnya.
“Proyek mereka yang kerjakan, bahan baku batu tela juga mereka yang mensuplai terus kita punya tempat dimana,” ujarnya kesal.
Tadubun pun hanya bisa berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Malra lebih peka memberdayakan usaha kecil yang dirintis anak daerah.
“Pemda lebih serius lah melihat pengusaha lokal, jangan lebih condong kepada pemilik modal besar jika terus menerus dimonopoli lama lama kita bisa gulung tikar, ” harapnya.
(Red)















