Connect with us

Berita Patroli

Berita Nasional

Amankan Daerah Rawan Konflik Pemilu 2024, Polda Papua Minta Personel Tambahan

Aparat gabungan TNI-Polri merebut markas Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua pada Selasa, 15 Agustus 2023, setelah OPM menyerang pos keamanan TNI. (Dok. Polda Papua)

PAPUA – Berita Patroli – Kepolisian Daerah Papua (Polda Papua) meminta bantuan personel tambahan kepada Mabes Polri untuk ditempatkan di daerah rawan konflik demi kelancaran Pemilu 2024. Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua, Komisaris Besar Ignatius Benny Ady Prabowo, mengatakan Polda Papua telah memetakan daerah yang rawan terjadi konflik Pemilu 2024.

Sehingga, kata dia, Polda Papua akan menebalkan pasukan di titik-titik tersebut. Namun Benny menyatakan institusinya belum memastikan jumlah personel yang diperbantukan karena masih tahap usulan.

“Yang jelas anggota dari Mabes akan ditempatkan di daerah rawan untuk membantu penebalan personel yang ada,” kata Benny saat dihubungi, Senin (28/8/2023).

Benny mengatakan Polda Papua sudah memulai sosialisasi untuk pemilu damai dan diharapkan berjalan lancar tanpa gangguan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Ahmad Ramadhan, mengatakan Polri telah menyiapkan operasi pengamana Pemilu 2024 dengan nama Operasi Mantap Brata.  Ramadhan mengatakan operasi ini akan dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan personel Mabes Polri dan Polda jajaran.

Selain itu, Polri juga akan membentuk satuan tugas termasuk di daerah. “Maka Mabes Polri melalui SOP Polri saat ini sedang menyusun rencana Operasi Mantap Brata,” kata Ramadhan saat ditemui di Bareskrim Polri (24/8/2023).

Adapun Satuan Kerja Polri yang akan mendukung pelaksanaan Operasi Mantap Brata 2023-2024, antara lain Bareskrim Polri, Baintelkam Polri, Baharkam Polri, Korbrimob Polri, Slog Polri, Divisi Humas Polri, Divisi TIK Polri, Divisi Propam Polri, Divisi Hubinter Polri, Srena Polri, dan Inspektorat Pengawasan Umum Polri.

Dalam berbagai kesempatan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berharap Pemilu 2024 nanti bisa berjalan aman dan damai. Sigit juga meminta masyarakat untuk menghilangkan istilah terpolarisasi, seperti ‘cebong, kampret, dan kadrun’ yang populer dilontarkan pada Pemilu 2019.

“Kalau rekan-rekan lihat di medsos ada cebong, ada kampret, ada kadrun, terus sekarang apalagi? Jadi hal tersebut terus menjadi di grassroots. Mungkin elite mudah, hari ini berantem besok salaman, rangkul-rangkulan, tetapi di bawah tidak,” kata Listyo Sigit melalui YouTube saat kegiatan Upacara Wisuda STIK Tahun Ajaran 2023 di Lemdiklat Polri, (21/7/2023).

Akibat istilah tersebut, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menginginkan rekan sejajarnya menjadi cooling system. Pada situasi politik saat ini, rekan-rekannya berperan untuk bekerja sama dengan para tokoh-tokoh penting. Kerja sama tersebut bertujuan untuk selalu mengingatkan bahwa politik harus terhindar dari hoaks dan politik hitam.

Pada kesempatan lain, Listyo Sigit berharap Polri dan TNI serta lembaga penegak hukum lainnya solid dan bersinergi mewujudkan Pemilu 2024 yang aman dan damai. Listyo Sigit menyampaikan pesan Presiden Joko Widodo atau Jokowi pentingnya sinergisitas dan soliditas seluruh elemen bangsa untuk mewujudkan Pemilu 2024 yang aman dan damai.

Menurut Listyo Sigit, dengan hadirnya elemen dari TNI, Polri dan masyarakat di acara wayang kulit ini menunjukan bahwa telah terciptanya sinergisitas dan soliditas untuk menjaga dan mempertahankan nilai persatuan serta kesatuan negara. “Bahwa untuk mewujudkan Pemilu damai maka Polri-TNI dan seluruh stakeholder terkait juga harus dekat dengan masyarakat,” kata Listyo Sigit saat menonton pertunjukan wayang kulit bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Bhayangkara di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Jumat malam, 7 Juli 2023.

(Red)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Berita Nasional

To Top