Berita Nasional
Angka Backlog di Magetan Masih Tergolong Tinggi, Dinas Perkim Berikan Bantuan Penyediaan Perumahan.
Magetan Berita Patroli – Melihat tingginya angka backlog khususnya di Kabupaten Magetan, tentunya mengharuskan Pemerintah dapat segera tanggap untuk mengatasinya. Melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) di Kabupaten Magetan, disusunlah strategi dalam penanganan backlog di Magetan.
“Salah satunya adalah memberikan bantuan penyediaan perumahan, membantu menyediakan KPR bersubsidi melalui kolaborasi dengan pengembang dan pihak Bank, serta memberikan kemudahan perizinan pembangunan perumahan serta pembinaan,” kata Sudiro, Kepala Dinas Perkim Kabupaten Magetan, yang disampaikannya dalam acara “Sosialisasi Pengembangan Perumahan Baru & Mekanisme Akses Perumahan KPR-FLPP”, bertempat di Pendapa Kelurahan Tawanganom, Kamis (15-12-2022).
Terkait dengan penyediaan perumahan itu, Sudiro mengatakan bahwa terdapat beberapa langkah yang telah dilakukan oleh Pemda Magetan. Langkah tersebut mulai dari peningkatan kualitas rumah, yakni perbaikan rumah bagi masyarakat yang rumahnya masuk dalam kategori rumah tidak layak huni (RTLH), juga penyediaan rumah baru bagi masyarakat yang memang belum mempunyai rumah.

Adapun perbaikan RTLH akan memakai anggaran dana dari beberapa sumber, meliputi dana dari Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) bagi 513 unit rumah, dari Dana Alokasi Khusus (DAK) bagi 100 unit, dan dari Dana Alokasi Umum (DAU) bagi 411 unit rumah. Dimana untuk progress pembangunan, dari anggaran BSPS telah rampung 100%, dana DAK 95%, dan dari dana DAU baru menyentuh angka 50-60%.
“Untuk dana DAU memang ada kendala yang berkaitan dengan tenaga kerja yang bersamaan dengan banyaknya proyek kegiatan fisik dan musim penghujan, sehingga terkait pelaksanaan ada sedikit hambatan. Akan tetapi, kita tetap monitoring dan koordinasikan terus agar harapannya di akhir tahun anggaran ini bisa diselesaikan seluruhnya,” ungkap Sudiro.

Lebih lanjut, menurut keterangan dari Sudiro, di Kabupaten Magetan masih terdapat lebih dari 4000 RTLH yang hingga saat ini masih dimaksimalkan untuk segera dilakukan perbaikan. “Adapun masing -masing terdapat kategorinya mulai dari berat, sedang, maupun ringan. Tentunya yang rusak berat dari kami akan diprioritaskan untuk dilakukan penanganan pembangunan,” jelasnya.
Sudiro juga menambahkan agar semua elemen masyarakat dapat ikut bahu-membahu mensukseskan program dari pemerintah tersebut. “Kita butuh support dari semua elemen masyarakat, baik dari lingkungan, perangkat desa, dan teman-teman badan usaha yang dapat menyisihkan CSRnya. Sehingga program ini bisa berjalan dengan baik, dan agar pelaksanaan serta pengawasan juga dapat terlaksana dengan lebih mudah,” harap Sudiro.* @pria/jgt-88.















