Berita Nasional
Petugas UPT PPP Kota Probolinggo Arogan kepada Wartawan, Seolah Pihak Yang Paling Berkuasa Disekitar Pelabuhan.
Probolinggo, BeritaPatroli
Sikap arogansi dan tidak menunjukkan etika dilokasi pelayanan publik pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) kota Probolinggo lagi-lagi menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat hari ini. Hal ini ditunjukkan oleh sikap dua petugas UPT PPP kota Probolinggo dibagian loket pintu masuk pelabuhan IW dan YD yang dengan cara tidak beretika meneriaki wartawan yang saat itu tengah melakukan liputan dan investigasi di area pelabuhan, Senin (25/4).
Kejadian ini dialami wartawan Berita patroli Biro Probolinggo yang tengah melakukan investigasi diseputar pelabuhan Probolinggo. Saat melintas di pintu masuk pelabuhan, wartawan media ini sudah menunjukan kartu identitas (idcard) dan menyapa kedua petugas tersebut bahwa dirinya Jurnalis dan akan melakukan peliputan di pelabuhan tersebut.

kedua petugas UPT PPP Mayangan probolinggo bagian loket
Namun anehnya bukan sambutan yang mengenakkan yang diberikan petugas UPT PPP Mayangan bagian loket (pemegang karcis distribusi), malah petugas tersebut dengan cara kasar dan dengan nada berteriak meminta untuk membayar retribusi masuk pelabuhan senilai 5000 rupiah.
Kenyataan yang sangat konyol dan disesalkan, mengingat selama ini, para jurnalis merupakan mitra kerja instansi pemerintah maupun vertikal yang siap diajak bermitra membangun opini demi kemajuan sebuah instansi terlebih di pelabuhan kota Probolinggo ini melalui sebuah pemberitaan.
Atas arogansinya petugas UPT PPP mayangan ini, kita kembali flashback pada kejadian beberapa minggu lalu atas sebuah kasus pengeroyokan oleh pengunjung yang diketahui merupakan genk motor terhadap salah satu warga kelurahan Sumbertaman. Kenyataan ini yang menjadi keprihatinan warga utamanya pengunjung pelabuhan tersebut mengingat pihak pengelola dalam hal ini UPT PPP dan keamanan di pelabuhan tidak memberikan rasa aman terhadap pengunjung. Mengingat mereka harus membayar tiket sebesar 5000 per orang hanya untuk sekedar bersantai dipantai dengan harapan juga berhak memperoleh rasa aman saat berada di areal pelabuhan.
Ironisnya justru pihak pengelola pelabuhan berlagak masa bodoh dan tidak kooperatif mengambil langkah strategis dalam segi pengamanan pelabuhan. “Jangan hanya berkutat dan semangat saat menarik retribusi masuk pelabuhan pada para pengunjung, namun sisi keamanan tidak menjadi prioritas, sehingga ada sejumlah kejadian yang menimpa pengunjung pelabuhan dan yang terakhir kasus pengeroyokan hingga korban mengalami luka dan dirawat di Rumah Sakit, inipun pihak pengelola pelabuhan tidak menunjukkan rasa tanggung jawabnya terhadap keamanan yang ada dilokasi tersebut.”Ujar Yasin, salah satu pengunjung pelabuhan yang melihat langsung arogansi petugas UPT PPP dilokasi kejadian.
Investigasi akan terus dikembangkan guna memperoleh data valid terkait kinerja UPT PPP Mayangan kota Probolinggo yang dinilai masih belum bisa memberikan rasa aman pada pengunjung pelabuhan dan kurang humanisnya petugas yang berada di garda depan pintu masuk pelabuhan. (Ika)















