Connect with us

Berita Patroli

BREAKING NEWS

Didi Sungkono.S.H.,M.H., Sering Tewasnya Mahasiswa Dibawah Naungan Sekolah Kedinasan KEMENHUB, Kurikulum Harus Diperbaiki Total

Senioritas yang gila hormat di sekolah kedinasan, yang sok bergaya militer ini bikin malu anak bangsa yang lain. Kemunduran total, peran Badan Pengembangan SDM KEMENHUB sangat besar untuk mereformasi ini secara serius. Mendidik junior tidak harus dengan kekerasan (pemukulan). Ini sudah kejahatan serius, berarti KEMENHUB tidak berubah dan tidak berbenah, tidak belajar dari lembaga negara yang lain. Polri sebagai garda terdepan dalam penegakkan hukum harus diminta untuk adakan supervisi hukum, KEMENHUB harus koordinasi dengan Polres Setempat, meminta arahan dan saran terkait hukum

JAKARTA – Berita Patroli

Terkait sering tewasnya Mahasiswa ( taruna) yang kuliah dibawah naungan kementrian perhubungan,pengamat hukum Didi Sungkono angkat bicara,

“Harusnya diperbaiki sistemnya, bongkar total. KEMENHUB seakan tidak pernah belajar dari kejadian yang ada. Hampir tiap tahun sekolah – sekolah kedinasan dibawah naungan KEMENHUB memakan “tumbal” putra putri terbaik anak bangsa. Harapan keluarga dan orangtua korban keganasan oknum – oknum tersebut,

Perlu masyarakat ketahui sejak tahun 2014 lalu atau sebelumnya, dan tahun 2023 sudah ada kejadian mahasiswa tewas di PoltekPEL Surabaya yang terletak di kecamatan Rungkut, Gunung anyar. Mahasiswa asal Kabupaten Mojokerto Jawa Timur, harus meregang nyawa karena dianiaya senior. Sekarang terulang lagi, mahasiswa asal Pulau Bali menjadi “tumbal” keganasan senior, dan ini terjadi di PoltekPEL Jakarta.

Kalau seperti ini harus dievaluasi secara menyeluruh dan mendalam, yang bodoh ini siapa, yang alergi kritik ini siapa yang dungu dan tidak mau mendengar kritik yang konstruktif ini siapa ? Dari KEMENHUB, Dirjen atau Direkturnya ?,” Urai Didi Sungkono yang juga Pengamat Kepolisian ini.

Lebih jauh Didi menambahkan, “Pola pengasuhan senioritas dan junior hendaknya tidak usah diberlakukan, sekolah apa ini ? KEMENHUB ini murni sipil, harusnya yang ditekankan terkait cara, etika bagaimana melayani masyarakat dengan baik. Ada kesantunan, bukan bergaya sok jago, preman, melebihi militer, berpakaian loreng kayak militer memakai baret, sepatu lars. Kan lucu, ini pembodohan, kemunduran, pola – pola berpikir, cara berpakaian, bersikap, harus benar – benar direformasi total. Karena sudah jelas arah maksud dan tujuan, Undang – Undang nya sangat jelas melaksanakan UU No 22 Tahun 2009 Tentang LLAJ, Kalau memang kelak bertugas diLLAJ dan dirjen darat.

Kalau kelak bertugas dipelayaran POLTEKPEL yang diperdalam yaa terkait UU No 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran, serta dibekali SOP bagaimana pola asuh yang baik, diajari terkait yang tidak boleh menggunakan cara cara kekerasan (pemukulan), karena ini adalah sebuah kejahatan sebagaimana diatur dalam KUHP (Kitab Undang Undang Hukum Pidana) serta diajari tentang UU No 39 Tahun 1999 Tentang HAM, dan harus dijalankan terkait penjabaran aplikasi dari PANCASILA, bukan malah bersikap arogan, senioritas junioritas, kalian – kalian ini siapa ? Kok bisa salah kaprah ini, ” Ujarnya.

Putu (19 thn) Mahasiswa Pelayaran asal Bali yang tewas karena dipukul tepat dibagian uluhati oleh kakak kelasnya. Ini sebuah kejahatan ,harus diusut tuntas, KEMENHUB harus berubah dan berbenah,bukan malah melakukan pembiaran

Kepala badan pengembangan sumber daya manusia (BPSDM) KEMENHUB harus bertanggung jawab penuh. Kalau memang tidak mampu belajar dari POLRI, koordinasi dengan LEMDIKLAT POLRI atau ASDM POLRI, biar kedepan tidak memakan korban lagi. Karena Polri adalah Penegak hukum, Polri berdasarkan UU No 02 Tahun 2002 adalah penjaga keamanan dalam negeri, slogannya sangat jelas “melindungi, mengayomi dan melayani”. KEMENHUB harus belajar dari POLRI kalau mau berubah dan berbenah solusinya kurikulumnya harus dibenahi dan direformasi total,” Ungkap Didi.

“Seharusnya kampus melakukan pembinaan secara intens dan pengawasan dalam setiap aktivitas mahasiswa, Begitu lengah, kata dia, maka kasus kekerasan di kampus muncul lagi. Ia menyebut kasus kekerasan tersebut karena kultur relasi kuasa di kampus antara senioritas dengan junioritas.

“Tradisi ini harusnya dipotong karena tradisi ini tradisi kekerasan, kasus kematian mahasiswa Sekolah  Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Putu Satria Ananta Rustika (19) diusut tuntas dan harus dikembangkan direktur juga ikut bertanggung jawab penuh, Selain itu ia menekankan perlunya evaluasi dalam kasus kekerasan tersebut.

“Dievaluasi pihak-pihak mana yang terlibat. Tegakkan aturan  untuk mencari keadilan,” imbuh Didi Sungkono

Selain itu, pihak KEMENHUB juga harus melakukan investigasi kasus kekerasan tersebut. Menurutnya, siapapun yang terlibat harus mendapat ganjaran hukum yang setimpal, minimal copot Direktur nya.

“Harus ada hukuman secara pidana dan hukuman secara administratif dari KEMENHUB, setiap kampus mempunyai aturan agar tidak melakukan kekerasan. Ia menduga kasus kekerasan yang berujung pada kematian di kampus STIP ini karena lemahnya pengawasan dari pihak kampus.

“Ini ada keterlibatan dari para senior, harusnya ini diwaspadai ketika ada hal-hal seperti ini. Ini perlu dicek apakah kegiatan ini legal atau tidak,” ucapnya.

Pihak kampus harus mencermati Standar Operasional Prosedur (SOP) diterapkan dengan baik SOP di kampus tersebut tidak berjalan dengan baik.

TEGAR (21 thn) pelaku penganiayaan terhadap adik kelasnya. Sebagai senior bukan memberi contoh secara baik, malah melakukan pemukulan secara arogan dan ditempat yang mematikan. Ini sebuah kemunduran, hampir tiap tahun ada yang tewas karena keganasan senioritas, ini permasalahan sangat serius

Sisi pengawasannya lemah. Kemudian, SOP tidak berjalan dengan baik, Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengatakan, kasus  penganiayaan ini awalnya diketahui setelah ada laporan. Laporan disampaikan setelah korban dilarikan ke RS Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.

“Ada dugaan akibat kekerasan dilakukan oknum seniornya tingkat dua dalam kegiatan tadi pagi terhadap korban. Kami sudah melakukan pemeriksaan dan sudah kami tetap kan salah seorang mahasiswa bernama TEGAR (21 thn) sebagai pelaku tunggal.

Korban yang tewas  merupakan taruna asal Bali. Ia meregang nyawa karena dipukul tepat di uluhati, saking kerasnya pukulan tersebut, uluhati korban sampai pecah. Hanya karena putu (korban) memakai baju olahraga ketika memasuki ruang kelas. TKP ada di kamar mandi, ini Korban dianiaya oleh TEGAR.

(Arinta/ Jarwo/ Cahyo/Tommi/Solihin )

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in BREAKING NEWS

To Top