JATIM
Bupati Lamongan Tanggapi Jalan Sukorame-Slaji Rusak Berat

Sebagian Rusak Parah, Jalan Sukorame-Slaji Jadi Prioritas Perbaikan
LAMONGAN, Berita Patroli – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama unsur perangkat daerah meninjau ruas jalan Sukorame-Slaji. Jalan itu mengalami kerusakan berat sepanjang 4.470 meter karena padatnya arus kendaraan yang melintas.
Atas rusaknya jalan tersebut, Bupati Yuhronur mengungkapkan, rencana proyek pembangunan terhadap jalan itu pun dianggarkan di tahun 2024. Dia juga meminta doa agar proyek tersebut bisa segera tuntas.
Selain itu, menurut Bupati Yuhronur, proyek pembangunan jalan Sukorame-Slaji itu merupakan bagian dari program Jamula (Jalan Mantap dan Alus Lamongan) yang dicanangkan sejak tahun 2022. Program ini juga untuk memasifkan infrastruktur fisik.
“Ruas jalan Sukorame-Slaji ini memiliki panjang 7.190 meter dan yang mengalami rusak berat sepanjang 4.470 meter karena arus lalu lintas yang sangat padat. Untuk itu kami berupaya pada perubahan anggaran, kita prioritaskan agar Jalan Sukorame-Slaji ini segera tuntas, sehingga arus lalu lintas semakin lancar,” ungkap Yuhronur, Kamis (6/7/2023).
Bupati Yuhronur juga menyampaikan, sebelumnya Pemkab Lamongan telah sukses menyelesaikan 41 ruas jalan dan 21 jembatan melalui program prioritas Jamula. Oleh sebab itu, pihaknya berharap, sejumlah jalan lain yang rusak juga bisa segera teratasi.
“Selain itu, di sepanjang jalan ini juga terdapat tiga jembatan yang juga rusak yakni Jembatan Sukorame 1, Jembatan Turi dan Jembatan Kedungmentawar. Doakan mudah-mudahan segera tuntas,” tambahnya.
Selain meninjau ruas jalan Sukorame-Slaji, kali ini Yuhronur juga meninjau rekonstruksi Jalan Sukorame-Sembung sepanjang 4.990 meter dengan kondisinya yang rusak berat sepanjang 1.180 meter.
Tak cukup itu, orang nomor satu di Lamongan ini juga meninjau Jalan Bluluk-Sukorame sepanjang 4.490 meter dengan kondisi rusak berat sepanjang 4.080 meter, sekaligus meninjau pembangunan jembatan Talunrejo di Kecamatan Bluluk.
“Kami juga melanjutkan untuk meninjau rencana proyek nasional pembangunan waduk Pejok di Desa Talun Kecamatan Bluluk sekalian. Waduk Pejok ini akan berdiri di dua Kabupaten yakni Lamongan dan Bojonegoro di atas lahan seluas 231.20 hektar,” papar Yuhronur.
“Rinciannya, 85,69 hektar di wilayah Kecamatan Kepohbaru dan Kedungadem Bojonegoro, lalu 145,51 hektarnya berada di wilayah Kecamatan Bluluk Lamongan. Kita terus berkoordinasi terkait tindak lanjut, karena ada beberapa rumah atau dusun yang harus dilakukan relokasi,” pungkasnya
(Red)














