Berita Nasional
6 Fakta Keterangan Saksi Ahli di Sidang Kasus Ferdy Sambo
Jakarta, Berita Patroli – Sidang terdakwa Ferdy Sambo cs kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin, 19 Desember 2022. Jaksa Penuntut Umum menghadirkan beberapa saksi ahli untuk para terdakwa, di antaranya tim autopsi hingga ahli forensik digital.
Ferdy Sambo menjalani persidangan bersama istrinya, Putri Candrawathi yang juga terdakwa dalam kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Berikut deretan fakta dari persidangan Ferdy Sambo tersebut.
1. Jumlah luka tembak masuk dan luka tembak keluar
Tim autopsi pertama jenazah Brigadir Yosua menemukan tujuh luka tembak masuk dan enam luka tembak keluar ketika melakukan pemeriksaan forensik di Rumah Sakit Polri Kramat Jati pada 8 Juli 2022. Ahli Forensik dan Medikolegal Farah Primadani Karouw mengaku menemukan satu anak peluru bersarang di rongga dada kanan selama autopsi.
Berdasarkan ilmu tanatologi, Brigadir J dinyatakan meninggal dua sampai enam jam sebelum dilakukan pemeriksaan. Selama pemeriksaan timnya melakukan bedah dan menemukan saluran luka atau lintasan anak peluru dari bagian belakang kepala menembus rongga kepala dan mengenai tulang tengkorak. Anak peluru kemudian mengenai otak dan keluar pada atap tulang tengkorak lalu keluar di daerah hidung.
2.Lubang di masker Brigadir J
Ahli forensik yang melakukan autopsi pertama juga menemukan masker yang datang bersama jenazah berlubang saat pemeriksaan luar pada tubuh ajudan Ferdy Sambo itu. Farah mengatakan masker masih tersangkut di wajah Yosua, tetapi tidak terpasang.
“Kami menemukan maskernya ada di samping mayat. Masih di sekitar area wajah jenazah. Tetapi tidak terpasang,” kata Farah. Namun ia mengaku tidak dapat memastikan apakah lubang tersebut diakibatkan bekas peluru atau tidak.
3. Hasil autopsi kedua
Sementara tim forensik pada autopsi kedua menemukan lima luka tembak masuk dan empat luka tembak keluar pada mayat Brigadir Yosua setelah yang telah diekshumasi pada 27 Juli 2022. Ahli Forensik dan Medikolegal dan Ketua Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI), Ade Firmansyah menjelaskan luka tembak masuk yang pertama ada di kepala belakang sisi kiri, luka tembak masuk dan yang kedua ada di bibir bawah sisi kiri.
Selanjutnya luka tembak masuk ketiga terletak di puncak bahu kanan, lalu luka tembak masuk yang keempat ada di dada sisi kanan. Terakhir, luka tembak masuk yang kelima ada di lengan bawah kiri bagian belakang. Adapun untuk luka di jari, tim Ade melihatnya bukan sebagai luka tembak masuk tersendiri, melainkan berasal dari luka tembak yang berasal dari lengan bawah kiri bagian belakang.
Sedangkan pada luka tembak masuk yang di bawah mata, tim Ade menilai sebagai jalur lintasan anak peluru. Ketika anak peluru yang masuk ke kepala bagian belakang sisi kiri, kata Ade, peluru akan keluar pada hidung dan akan memantul mengenai pipi kanan.
4. Percakapan WhatsApp Ferdy Sambo dan Richard Eliezer
Dalam persidangan, saksi ahli forensik digital mengungkap isi percakapan WhatsApp antara Ferdy Sambo dengan Richard Eliezer Pudihang pasca-pembunuhan Brigadir Yosua, yakni pada 19 Juli 2022 pukul 3.48 WIB. Ahli Digital Forensik Puslabfor Polri, Adi Setya mengatakan Ferdy Sambo bertanya kondisi Richard. Kemudian ia menyinggung Kapolri.
“Akun WA Irjen Ferdy Sambo mengirimkan kalimat ‘Kamu sehat ya? Kemudian, ‘Bapak Kapolri menyampaikan kalau ada yang enggak nyaman laporkan saya segera, biar saya laporkan Bapak Kapolri’,” kata Adi membacakan pesan Ferdy Sambo kepada Richard.
Kemudian akun WhatsApp atas nama Richard hanya menjawab ‘Siap sehat Bapak, Siap baik Bapak’.
5. Grup WhatsApp Duren Tiga
Ahli Digital Puslabfor Polri juga menemukan grup WhatsApp bernama Duren Tiga yang berisi akun atas nama Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Richard Eliezer, Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf setelah pembunuhan Brigadir Yosua pada 8 Juli 2022. Adi Setya mengatakan, pihaknya menemukan handphone yang memiliki grup WhatsApp dengan nama “Duren Tiga”.
Namun, menurut Adi, sudah tidak ada percakapan dalam grup tersebut. Adi berujar grup WhatsApp itu dibuat pada 11 Juli 2022 oleh akun WhatsApp atas nama Ricky Wibowo (Ricky Rizal). Sementara akun WhatsApp atas nama Richard ditambahkan ke grup tidak lebih dari satu hari sebelum dikeluarkan. “Dia (Richard) di-add pada jam 5 pagi tanggal 11. Kemudian di-remove dari grup tersebut pada jam 8 tanggal 11. Jadi tidak sampai satu hari,” ujar Adi.
Adi menyebutkan ada 16 kontak dalam grup tersebut antara lain: Richard (Richard Eliezer), Ricky Wibowo (Ricky Rizal), Damson Kobam (sekuriti Ferdy Sambo), Daden (ajudan Ferdy Sambo), Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Diryanto (asisten rumah tangga), Om Kuat (Kuat Ma’ruf), SMD, Tuhan Yesus, Alfanzu (Alfonsius Dua Lurang/sekuriti), Sadam (ajudan Ferdy Sambo), Gusi Sejati, Prayogi Iktara, AR19, dan WTK46.
6. Lokasi Perkara Rusak
Anggota Inafis Bareskrim Mabes Polri mengungkapkan tempat kejadian perkara pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat di rumah dinas Ferdy Sambo, Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, sudah rusak ketika timnya tiba pada 12 Juli 2022.
Ahli Inafis, Eko Wahyu yang melakukan olah TKP mengatakan timnya yang terdiri dari Pusinafis Bareskrim dan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri tiba di TKP Duren Tiga pada malam sehabis Isya. Tim Inafis berupaya mencari jejak terjadinya tindak pidana atau dengan materinya. Namun temuan sidik jari oleh timnya tidak identik.
Dalam olah TKP 12 Juli, tim Pusinafis mendasarkan pada olah TKP awal yang dilakukan oleh Kepolisian Resor Jakarta Selatan. Polres Jaksel kemudian memberikan data temuan di TKP lalu dibuat dalam bentuk sketsa TKP. Berdasarkan temuan di TKP, tim Pusinafis menemukan sejumlah data yang diilustrasikan dalam bentuk sketsa, yakni lethal mayat Brigadir J, temuan satu buah senjata api HS dengan sisa peluru 9 butir. Kemudian temuan 10 selongsong peluru, 4 buah proyektil, dan 4 serpihan proyektil.
“Lalu ada 11 bekas tembakan yang ditemukan di TKP,” kata Eko















