Berita Nasional
Dampak galian Pasir alat barat Blitar, Banyak jalan hancur.
Blitar Berita Patroli – Marakanya aktifitas galian C legal dan ilegal di wilayah Blitar raya, berdampak hancurnya banyak ruas jalan rusak parah yang sangat merugikan warga.
Meski sering di protes warga namun para bos tambang galian C tetap bandel dengan aktifitasnya. Di bebarapa ruas jalan kabupaten,desa di wilayah kecamatan Gandusari, Talun Garum, Nglegok, Ponggok Wlingi banyak yang rusak parah. Meski sering mengakibatkan keresahan warga, tak jarang pula terjadinya kecelakaan akibat jalan berlobang dan ber air.
Dari pantauan di lapangan, jalan yang rusak mulai desa Karangrejo, Sumberagung, Modangan, Penataran, Kedawung, Ngoran, Bangsri, Dayu, Gledug, Sumberasri, Candirejo, rata-rata jalan rusak berlobang. Selain jalan, beberapa jembatan juga mulai jebol dan berlobang akibat di lalui truk matrial pasir yang melebihi tonase muatan.
Dari salah satu keterangan warga Dayu mengaku kalau sering melihat kecelakaan akibat hindari lobang jalan rusak di selatan pasar Ngentak, sering malam hari ada korban tabrakan di sini mas, ada yang luka parah bahkan ada yang sampai meninggal dunia,” ujar Boiman warga Dayu.
Beberapa warga dan perangkat desa Gledug sudah sering melayangkan surat aduan ke Kadishub dan Bupati agar membuat rambu akan tonase muatan truk, namun sudah setahun lebih belum ada tindakan.” Kami sudah layangkan surat protes akan aktifitas truk yang muatan pasir melebihi tonase, namun belum ada realisasinya, meski jembatan barat balai desa Jebol dan rusak, tetap saya biarkan saja, pembangunan jembatan boleh di lakukan setelah di pasang ”rambu kelas jalan,” ujar Kholik M Kades Gledug.
Hingga berita ini diturunkan aktifitas galian C legal dan ilegal tetap berlangsung,buka tutup maen petak umpet dengan aparat hukum.
Keterangan salah satu sopir truk mengatakan, galian yang resmi tetap buka mas, yang ngak resmi berani buka tapi kucing-kucingan dengan polisi,” seminggu lalu di grebek ngaku dari polda, truk dan alat berat di sweping, tapi sekarang beberapa kendaraan dan alat berat sudah kembali ke pemiliknya lagi,” ujar WN. Bersambung ungkap penyelewengan dan penyalahgunaan solar subsidi marak untuk aktifitas galian C di Blitar raya.( ris/had/ budi / team)















