Connect with us

Berita Patroli

Berita Nasional

Perwira Menengah Kapolsek Kedungkandang, Resta Malang, Kompol Yusuf Suryadi, S.H Tak Pernah Lelah Sosialisasi Prokes Covid-19

Malang Berita PATROLI – Kapolsek Kedungkandang, Kompol Yusuf Suryadi, saat menunjukkan penghargaan Promoter Reward dari Lemkapi atas jasanya menggagalkan upaya pengambilan paksa jenazah Covid-19. Sosialisasi protokol kesehatan 5M (memakai masker, mencuci tangan memakai sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas) di Kota Malang terus dilakukan semua pihak.

Tidak terkecuali dengan apa yang dilakukan oleh Kapolsek Kedungkandang, Kompol Yusuf Suryadi.

Di tengah kesibukan menjaga keamanan wilayahnya, ia pun juga selalu turun langsung ke lapangan untuk melakukan sosialisasi protokol kesehatan 5M.

“Kami tak akan pernah lelah untuk melakukan sosialisasi protokol kesehatan 5M. Karena kami ingin memberikan edukasi kepada masyarakat. Bahwa Covid-19 itu ada, dan hingga saat ini pandemi tersebut belum berakhir,” ujar Kapolsek Kedungkandang, Kompol Yusuf Suryadi saat ditemui wartawan berita PATROLI

Dirinya mengaku sebagai salah satu anggota relawan Covid-19, dia pun telah merasakan berbagai suka dan duka.

“Sukanya, ini adalah bagian dari profesi sebagai anggota Polri dalam menangani dan memerangi Covid-19. Dan kami selalu berkoordinasi dengan pihak puskesmas serta tokoh masyarakat, terkait penanganan Covid-19 di wilayah Kedungkandang,” jelasnya.

Dirinya lalu mengingat, saat ia baru menjabat sebagai Kapolsek Kedungkandang pada bulan Maret 2020.

“Saat itu terdapat satu orang terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayah Sawojajar. Saat itu, saya langsung dihadapkan dengan pandemi yang belum sepenuhnya dikenali. Saya pun langsung berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Kecamatan maupun Kota dan Polresta Malang Kota untuk menangani kasus itu,” jujurnya.

Dengan pemberian obat herbal yang diberikan oleh Polresta Malang Kota dan Satgas Covid-19 Kota Malang, akhirnya orang tersebut sembuh dari Covid-19.

“Dari pengalaman koordinasi itulah, akhirnya saya implementasikan hingga saat ini. Dan alhamdulillah menunjukkan hasil, di mana grafik pertambahan kasus Covid-19 di wilayah Kedungkandang mengalami penurunan yang cukup signifikan,” jelasnya.

Sedangkan untuk dukanya sebagai anggota relawan Covid-19, pria kelahiran Malang, 8 Juli 1965 ini mengaku prihatin.

Karena masih ditemukan ada masyarakat yang tak percaya Covid-19.

“Jujur saja, saya sudah menggagalkan sebanyak 20 kali lebih upaya pengambilan paksa jenazah Covid-19. Biasanya pihak keluarga tak percaya, salah satu anggota keluarganya meninggal karena Covid-19 dan meminta untuk dimakamkan sendiri,” terangnya.

Bila sudah terlihat seperti itu (adanya upaya pengambilan paksa jenazah Covid-19), bapak dua anak ini pun langsung memberikan edukasi kepada keluarga korban.

“Kami berikan edukasi Covid-19 kepada keluarga korban, dengan pendekatan kasih sayang dan humanis namun tetap tegas. Kami yakinkan agar jenazah dimakamkan oleh petugas sesuai protokol Covid. Karena kalau dimakamkan sendiri, risikonya tinggi dan malah membayakan pihak keluarga korban juga,” ungkapnya.

Oleh karena itu dirinya tak lupa meminta kepada masyarakat, untuk sadar dan mengerti betapa bahayanya Covid-19.

“Covid-19 itu ada dan nyata. Jadi kami minta dan mengimbau kepada masyarakat, tetap selalu patuhi protokol kesehatan 5M,” pungkasnya. ( Wawan/ Andrijanto/ Arinta)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Berita Nasional

To Top